mediatotabuan.co, Kotamobagu – Data pemantauan Covid-19 di Kotamobagu, per 20 Desember untuk 33 desa dan kelurahan telah dirilis.
Dilansir dari situs resmi pemerintah Kotamobagu (covid19.kotamobagukota.go.id), jumlah total yang meninggal selama pandemi Covid-19 adalah 42 orang, masing-masing Poyoa Kecil 1 orang, Kobo Kecil 2 orang, Kotobangon 2 orang, Sinidian 1 orang, Motoboi Besar 2 orang dan Tumubui 3 orang.
Gogagoman mencatat dengan jumlah 7 orang meninggal, diikuti Biga 6 orang, Mogolaing 5 orang, Kotamobagu 4 orang dan Molinow 1 orang, Tabang 1 orang, Motoboi Kecil 1 orang. Sedangkan Pobundayan ada 3 orang meninggal, Poyoa Besar 1 orang, Bungko 2 orang.
Untuk total yang sembuh dari Covid-19 selama pandemi ini berjumlah 1.462. Angka terbesar dari Kelurahan Kotamobagu berjumlah 234 orang, diikuti Gogagoman 154 orang, Mogolaing 130 orang, Molinow 110 orang, selain itu jumlah yang sembuh dari desa kelurahan lain, berada dibawah angka 100.
Data terbaru sampai saat ini belum ada pasien positif pada kasus Covid-19. Begitupun orang dalam pemantauan (ODP) tidak ada juga pasien dalam pemantauan (PDP) dalam status nihil.
Ketua Komisi III DPRD Kota Kotamobagu, Deby Jusran Mokolanut, mengapresiasi pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Dengan nihilnya kasus Covid-19, maka upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona sudah berhasil.
“Saya mengeapresiasi pemerintah dalam hal penanggulangan Covid-19. Namun, vaksinasi untuk masyarakat umum juga kepada anak-anak harus terus dijalankan,” imbuhnya.
Selain itu kata Jusran, sosialisasi akan bahaya Covid-19 harus terus dilakukan untuk mengedukasi masyarakat soal pentingnya protokol kesehatan 5M, terutama juga program vaksinasi sehingga animo warga tetap tinggi.
“Karena vaksin sudah terbukti bisa menekan angka penyebaran Covid-19, bayangkan saja di Kotamobagu nol kasus, ini berarti vaksin cukup berhasil menekan angka penyebaran,” kata Jusran.
Ia menambahkan, edukasi soal vaksin Covid-19, harus lebih update lagi, karena masih ada warga yang takut akan vaksin dengan informasi sesat yang sengaja diluncurkan orang-orang tidak bertanggung jawab.
“Sampai hari ini masih ada yang memahami bila vaksin Covid-19 itu berbahaya, bahkan ada pula informasi sesat yang menyatakan bila selesai vaksin akan mengalami kemandulan. Nah informasi seperti ini yang harus diluruskan oleh pihak terkait,” katanya.
Dia juga meminta masyarakat agar menerima informasi itu dari sumber resmi dan dipercaya, kalau ada berita yang belum pasti kebenarannya sebaiknya dikonfirmasi ke pihak berkompoten.
“Karena bahaya hoax lebih parah dari pandemi itu sendiri,” tutup Jusran Anggota Legislatif (Aleg) ini.
Penulis: Fahmi Gobel






Comment