Kondisi Epidemologis Covid-19 di Sulut Per 19 Desember

mediatotabuan.co, Sulut – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), siarkan kondisi epidemologi Covid-19 Per tanggal 19 Desember 2021.

Dalam siaran pers dari Satgas Covid-19 Sulut, terkonfirmasi positif Covid-19 ketambahan 1 (satu) kasus, sehingga akumulasi pasien terkonfirmasi positif hingga 19 Desember, berjumlah 34.680 orang.

Sesuai data, jumlah kasus baru berdasarkan umur dan jenis kelamin berada di Kota Manado, jenis kelamin perempuan umur antara 35-44 tahun.

Sedangkan pertambahan kasus sembuh sampai kemarin (Minggu) sebanyak 2 (dua) kasus, dan tidak ada kasus yang meninggal dunia. Pasien yang sembuh dan selesai isolasi keduanya berasal dari Kota Tomohon.

Dengan data di atas, maka angka kesembuhan Covid-19 di Sulut per 19 Desember, adalah 96,81 persen dan angka kematian (case fatality rate) sebesar 3,01 persen, kasus aktif sebesar 0,18 persen.

Dari sumber data di atas membuat Camat Poigar Kabaupaten Bolaang Mongondow, Alfina Sumenda berharap pandemi Covid-19 akan segera berakhir, dengan trend kasus yang terus menurun. Namun, ia juga mengimbau kepada masyarakat lebih antusias lagi datang ke gerai-gerai pelaksanaan vaksinasi.

“Semakin tinggi jumlah masyarakat divaksin, maka kekebalan komunal lebih baik lagi karena tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuh Alfina kepada media ini, Senin (20/12).

Salah satu dosen Universitas Trinita Manado, Devi Anggraini menilai upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Corona dengan adanya vaksinasi sudah terbukti.

“Dari data penurunan kasus Covid-19, ini membuktikan upaya pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan PPKM dan vaksinasi sudah sangat bagus, asalkan masyarakat juga turut ikut berpartisipasi,” katanya.

Ia berharap, pandemi segera berakhir agar proses belajar mengajar baik di sekolah maupun perguruan tinggi kembali normal. Sebab, belajar dalam jaringan atau online masih banyak kelemahan. Peserta didik tidak mampu dikontrol langsung oleh pendidik, juga masalah lainnya seperti fasilitas digital belum sepenuhnya mendukung.

“Dampak negatif dari proses belajar jarak jauh begitu banyak, dan pasti mempengaruhi kualitas pendidikan. Nah yang rugi adalah kita semua, jadi marilah ikuti protokol kesehatan Covid-19, dengan cara divaksin dan tetap taat dengan imbauan 5M,” tutupnya.

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment