mediatotabuan.co, Boltim – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) telah memiliki sekolah pondok pesantren Tebuireng di desa Buyat Kecamatan Kotabunan.
Keunggulan pondok pesantren ini, para santri akan diajarkan berbagai ilmu pengetahuan dan kajian kitab-kitab.
Menurut pengasuh pondok pesantren (Ponpes) dengan nama Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat Kyai Abdurrahman Modeong mengatakan pihak nya menyiapkan pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Aliyah (MA) setara SMA.
“Ada pendidikan formal seperti sekolah pada umumnya, jadi setelah lulus ada ijazah,” kata Kyai Abdurrahman.
Dikatakan, pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pada pekan lalu. Bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya maupun mondok menimbah ilmu agama, silahkan mendaftarkan anak-anaknya.
“Pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pekan lalu, nantinya para santri disini akan mengikuti pendidikan formal MTs atau MA,” ujar Kyai Abdurrahman.
Dijelaskan, para santri akan diajarkan berbagai pengetahuan dan pendalaman tentang agama islam. Sedangkan keunggulan Pondok Pesantren ini adalah kajian Kitab Kuning atau kitab-kitab yang ditulis oleh ulama Salaf dari generasi Tabi’in yang saat ini dipelajari di pondok-pondok pesantren besar di Pulau Jawa.
“Kemudian bidang Tauhid yang merujuk ke imam Al Asy’ari dan Taturidi, bidang Fiqih (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam hambali), bidang Tasawuf (Imam Al Gozali dan lain-lain). Untuk para tenaga pengajar (ustadz) disini juga keluaran dari Ponpres Miftahul Khoir Tasikmalaya, Pesantren Riyadul Solihin Ciamis,” terang Kyai Abdurrahman.
Diketahui, Pemkab Boltim telah menggelontorkan anggaran untuk biaya mondok dua orang per desa sekolah di pondok pesantren tersebut.
Hal tersebut menuai tanggapan positif dari salah satu Sangadi di Boltim. Muhammad Husain Embo Sangadi Moyongkota Baru mengatakan semoga program ini bisa melahirkan santri-santri yang memiliki pengetahuan agama yang baik.
“Kami sangat mendukung program bupati, dan siap menjalankannya, demi generasi kedepan,” kata Husain, Rabu (1/05/2022).
Penulis: Haswin Thomas
Editor: Fahmi Gobel






Comment