Waspada Penipuan Berkedok Penjual Kendaraan Murah di Medsos

mediatotabuan.co, KotamobaguMedia sosial kerap dimanfaatkan sejumlah pemilik akun palsu untuk melakukan aksi penipuan dengan berbagai macam modus. Salah satunya berkedok menjual kendaraan dengan iming-iming harga murah.

Salah satu yang telah menjadi korban adalah Sugianto warga Kota Bitung. Akibat aksi itu, Sugianto harus kehilangan uang senilai senilai Rp.3.000.000, pada 2021 silam.

Seperti diceritakan Sugianto, bahwa pemilik akun palsu penjual kendaraan murah ini, awalnya meminta pertemanan di facebook. Sugianto menerima pertemanan itu, tak lama akun palsu ini menawarkan kendaraan sepeda motor dengan harga murah dan bisa dicicil.

Sugianto tak menaruh curiga dan langsung percaya. Yang membuat Sugianto lebih percaya karena foto profil akun ini menggunakan seragam seperti seorang Polwan. Apalagi beberapa postingannya, ada beberapa pelanggan yang telah menerima kiriman sepeda motor.

Harga yang ditawarkan sebuah sepeda motor ada yang Rp. 6.000.000, hanya dengan mentransfer setengah harga janjinya barang akan dikirim ke alamat pembeli.

Dengan harga itu sudah termasuk ongkos kirim dan biaya mutasi surat kendaraan bermotor. Tak butuh waktu lama, Sugianto pun percara dan ia mentransfer uang sebesar Rp. 3.000.000, ke rekening yang telah diberikan akun palsu ini.

Sugianto mulai sadar bila ia kena tipu. Sebab selang beberapa hari setelah uang ditransfer, nomor handphone yang diberikan akun palsu tersebut untuk melakukan komunikasi tak aktif lagi.

“Saya sudah transfer uang tiga juta rupiah, tapi setelah beberapa hari dikonfirmasi kapan sepeda motor akan dikirim, nomor WA nya sudah tidak aktif lagi,” kata Sugianto, saat dihubungi media ini, Sabtu (17/12/2022).

Selain menggunakan foto dengan sergam aparat penegak hukum, akun palsu ini juga tak segan mencatut nama perusahaan tertentu.

Media ini pun melakukan tracking (penelusuran) di media sosial Facebook terhadap akun yang diduga palsu ini. Akun ini menggunakan nama adelia nirwana. Dan ternyata puluhan nama serupa yang mirip. Foto profilnya pun mirip semua, ada yang berseragam adapula yang tidak.

Beberapa hal yang perlu diketahui apabila pemilik akun palsu ini kerap menggunkan modus sebagai berikut:

  1. Menggunakan banyak akun palsu

Setelah ditelusuri media ini, ada sekitar 54 akun diduga palsu di Facebook dengan nama yang mirip.

Ada perbedaan nama tapi hanya menuliskan gelar atau ditulis seperti nama pasangan suami istri.

  1. Menggunakan foto profil berseragam tertentu atau seragam mirip dengan seragam aparat penegak hukum.

Pengguna akun Facebok ini menggunakan seragam tertentu dan seragam mirip dengan seragam polisi wanita.

3.Memposting screenshot percakapan dan foto-foto.

Untuk meyakinkan korban yang disasar akun palsu ini memposting screenshot hasil percakapan media sosial whatsapp dan foto-foto yang katanya ada pelanggan yang telah menerima barang kiriman.

  1. Membagikan foto-foto kendaraan mobil dan sepeda motor.

Akun ini membagikan foto-foto kendaraan mobil dan sepeda motor untuk dijual dengan harga murah.

Harga yang ditawarkan sesuai dengan jenis kendaraan.

Diduga kuat akun tersebut adalah palsu yang sengaja dibuat banyak akun untuk mengelabui dan meyakinkan masyarakat dengan modus penipuan penjualan kendaraan murah.

Nah untuk menghindari penipuan, pihak Facebook telah membagikan hal-hal yang perlu diperhatikan agar pengguna media sosial ini tidak akan tertipu:

  • Orang tidak dikenal yang meminta uang.
  • Orang yang meminta Anda untuk membayar untuk melamar pekerjaan.
  • Halaman yang tidak terverifikasi yang mengklaim mewakili organisasi besar atau tokoh publik.
  • Orang yang meminta Anda beralih percakapan keluar dari Facebook ke platform yang kurang umum atau kurang aman, seperti email terpisah.
  • Orang yang meminta Anda untuk mengirimkan uang atau kartu  untuk menerima hadiah.
  • Orang yang mengaku sebagai teman atau kerabat yang sedang dalam kondisi darurat.
  • Orang yang melakukan misrepresentasi tempat keberadaannya.
  • Pesan atau postingan dengan ejaan atau tata bahasa yang buruk.
  • Orang atau akun yang mengarahkan Anda untuk mengklaim hadiah.

Beberapa penipuan berkedok penjualan di media sosial telah dinyatakan hoax oleh kementerian Kominfo dan lembaga negara lainnya.

Salah satu dikutip dari kominfo.go.id, telah beredar informasi di media sosial yang berisi tentang penjualan kendaraan bermotor yang mengatasnamakan anggota Polri.

Faktanya, informasi yang terdapat dalam akun tersebut adalah Hoaks. Akun tersebut adalah akun palsu yang digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan.

Hal tersebut sudah disampaikan oleh Humas Polda Jawa Timur dalam postingannya di akun Twitter resminya untuk mengklarifikasi informasi tersebut.***

Penulis: Fahmi Gobel

 

Comment