SULUT, MT – Sungguh-sunguh tontonan menarik Pemilu 2024. Drama soal perolehan suara partai tertinggi tapi tak linear dengan suara calon presiden dan wakil presiden. Belum lagi Caleg suara tertinggi, tapi bukan peraih kursi pertama, dan adalagi selisih tipis masing-masing caleg dalam satu partai.
Ya, kita semua sedang bicara tentang Pemilihan Umum 2024, tapi kali ini dibahas lebih khusus untuk calon legislatif dari daerah pemilihan Sulawesi Utara. Kenapa ada partai memperoleh dua kursi, dan kenapa kursi terakhir direbut hanya dengan 32 ribuan suara oleh Caleg tertentu.
Drama paling menegangkan adalah suara dua Caleg dari Nasedem. Adalah Felly dan Tatong. Masing-masing mengklaim peroleh suara terbanyak dan keluar sebagai pemenang. Namun, data yang kami peroleh, antara keduanya hanya terpaut 1.084, beda tipis, entah diakhir nanti siapa sang juara?.
Metode Sainte Lague
Itu karena sainte-lague salah satu metode perhitungan dalam pemilihan umum yang digunakan untuk menentukan alokasi kursi di parlemen berdasarkan perolehan suara partai politik.
Metode ini dinamai dari ilmuwan Prancis, André Sainte-Lague, yang mengembangkannya pada tahun 1910. Konsepnya cukup sederhana. Pertama-tama, jumlah suara yang diperoleh oleh setiap partai politik dibagi dengan serangkaian bilangan ganjil berturut-turut (1, 3, 5, 7, dan seterusnya) untuk mendapatkan jumlah kuota.
Selanjutnya, kursi parlemen kemudian dialokasikan kepada partai politik yang memiliki kuota tertinggi hingga semua kursi telah terisi.
Kelebihan metode Sainte-Lague cenderung menghasilkan distribusi kursi yang lebih proporsional, terutama bagi partai politik kecil. Hal ini karena pembagian kursi didasarkan pada perhitungan yang memperhitungkan secara proporsional jumlah suara yang diperoleh oleh masing-masing partai politik.
Namun, seperti halnya metode perhitungan lainnya, metode Sainte-Lague juga memiliki kelemahan. Salah satunya adalah metode ini cenderung memberikan keuntungan lebih besar bagi partai politik besar daripada metode-metode lainnya. Selain itu, perhitungan menggunakan bilangan ganjil dapat membuat prosesnya agak rumit bagi beberapa orang.
Meskipun demikian, metode Sainte-Lague tetap menjadi salah satu pilihan yang populer dalam sistem perhitungan perolehan suara di banyak negara, karena kemampuannya untuk memberikan representasi yang lebih adil bagi partai politik dengan dukungan yang beragam dari pemilih.
Perolehan Suara Sementara
Kembali lagi pada topik Pileg Sulut kali ini, semua keseruan politik di bumi Nyiur Melambai, berbagai pihak sudah melihat perolehan suara partai politik maupun calon legislatif yang sukses mendulang suara, dan mampu mengirimkan kader ke DPR RI di Senayan.
Meskipun hasil real count dari rekapitulasi berjenjang oleh Komisi Pemilihan Umum belum selesai, tapi dari berbagai sumber data C Hasil, sudah ada gambaran perolehan sementara suara masing-masing partai politik (parpol).
Dari data ini, ada 15 kabupaten kota, 171 kecamatan dengan 1.507 desa dan 332 kelurahan di Sulut, tersebarlah 7.404 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari sinilah sumber C Hasil atau plano diperoleh.
Dari jumlah TPS ini, tentu C Hasil sudah bisa dikumpulkan dalam jangka waktu 14 hari usai pemungutan suara 14 Februari 2024.
Walapun, saat ini pleno rekapitulasi di beberapa kecamatan masih berlangsung, adapula daerah yang sudah pada tahap rekapitulasi di tingkat kabupaten kota.
Tapi yang tak kalah menarik dan menjadi pembahasan hangat disemua kalangan terutama di gorup-group media sosial adalah perolehan suara untuk calon DPR RI Dapil Sulut.
Klaim-klaim kemenangan dari calon maupun tim sukses bertebaran di jagad maya. Bahkan, tak sedikit yang telah memberi ucapan kemenangan.
Sembari menunggu hasil final rekapitulasi dari 15 kabupaten kota di KPU Provinsi Sulut, maka mari kita mulai dengan perolehan suara dari beberapa klaim pemilik kursi oleh parpol ke DPR RI periode 2024-2029.
Sebelumnya simak dulu perolehan suara sementara tertinggi partai-partai yang memperebutkan 6 (enam) kursi di DPR Dapil Sulut, dari total DPT: 1.969.603 pemilih, dengan rinciannya 993.863 pemilih laki-laki dan 975.740 perempuan. Saat ini belum diketahui presentase jumlah partisipasi pemilih.
Pertama adalah perolehan sementara PDIP dengan total 496.309 suara, disusul Partai Demokrat dengan 322.184 suara. Posisi berikut Partai Golkar 199.665 suara, dan menyusul lagi Nasdem dan Gerindra dengan masing-masing 169.915 dan 115.381 suara.
Dari kelima partai dengan perolehan suara sementara di atas, hampir dipastikan mereklah yang mampu melahirkan legislator mewakili rakyat Sulut, dan hadir dilantik di Senayan.
Hal menarik, yang paling melongok mata, adalah selisih perolehan Demokrat dengan PDIP, menyalib suara terpaut jauh dari empat partai lain. Meski demikian, kemungkinan Demokrat tak mampu mendulang dua kursi, seperti halnya PDIP.
Disisi lain, melihat komposisi perolehan suara, PDIP telah mampu mengukir sejarah baru di Sulut, bilamana incumbent tumbang dari pendatang baru yaitu Rio dan Yasti Soepredjo Mokoaogow, untuk sementara adalah pemenang kedua dengan perolehan 83.621 suara.
Nah, dengan metode saint lague, maka diprediksi perolehan kursi Dapil Sulut adalah: PDIP 2 (dua) kursi, Demokrat, Golkar, Nasdem dan Gerindra masing-masing 1 (satu) kursi.
Coba perhatikan lagi, perolehan suara masing-masing Caleg, dan yang paling menarik adalah dari dua kandidat dengan nama paling unik sepanjang sejarah politik Sulawesi Utara: Rio A. J. Dondokambey dan Hillary Brigitta Lasut. Hillary menang dengan 299.688 suara, dan Rio mengumpulkan 189.700 suara.
Tampaknya, dalam pertarungan politik, nama memang bukan segalanya, tapi mungkin dalam kasus ini, nama bisa menjadi ‘slogan’ yang kuat! Keduanya (Rio dan Hillary) adalah anak muda, dengan latar belakang keluarga (orang tua) sebagai politisi dan memangku jabatan kepala daerah.
Walaupun suara Hillary menang jauh dari Rio, tapi karena beda partai dan akumulasi suara, PDIP masih terpaut jauh dari Demokrat, selisih 174.125 suara. Maka, PDIP peroleh total 496.309 dengan sistem bagi ke 3, masih mendapatkan 165.436 suara. Ini terpaut siginifikan dengan jumlah total Gerindra yang hanya 115.381 suara, tapi mendulang 1 (satu) kursi.
Yang lebih memantik perhatian adalah selisih antar Caleg dalam satu partai. Di internal Partai Nasdem, kita disuguhi pertunjukkan drama dengan selisih tipis antara Felly Runtuwene dengan 51.194 suara dan Tatong Bara dengan 50.110 suara.
Tidak ketinggalan, di Partai Gerindra, kita melihat pertarungan sengit antara Dr. Christofel Liempepas dengan 32.002 suara dan Martin D. Tumbelaka dengan 26.424 suara.
Dan tentu saja, kita tidak bisa melupakan pertarungan antara Christiany Eugenia Paruntu dengan 85.432 suara dan Dr. Jerry Sambuaga dengan 79.432 suara.
Namun, hasil di atas barulah data sementara karena hasil akhirnya adalah rekapitulasi perolehan suara terbanyak, dan pleno penetapan perolehan kursi juga penetapan calon terpilih. Hasil akhir kita nantikan lagi episode calon peraih kursi yang pasti.
Data sementara total perolehan suara partai dan jumlah kursi:
| Nama Parpol | Total Suara | 1 | 3 | 5 dst… |
| PDIP | 496.309 | 496.309 (1) | 165.436 (5) | |
| Demokrat | 322.184 | 322.184 (2) | 107.394 | |
| Golkar | 199.665 | 199.665 (3) | 66.555 | |
| Nasdem | 169.915 | 169.665 (4) | 56.638 | |
| Gerindra | 115.381 | 115.381 (6) | 38.333 |
Data sementara prolehan suara calon terpilih dan caleg dengan suara berikutnya:
| Nama Parpol | Nama Caleg Suara Terbanyak | Suara Terbanyak | Nama Caleg Suara Berikutnya |
| PDIP | Rio A. J. Dondokambey | 189.703 | Vanda Sarundajang : 65.682 suara |
| Demokrat | Hillary Brigitta Lasut | 299.688 | Bambang Dwijatmiko : 5.337 suara |
| Golkar | Crhistiany E. Paruntu | 85.432 | Jerry Sambuaga : 79.018 suara |
| Nasdem | Felly Estelita Runtuwene | 51.194 | Tatong Bara : 50.110 suara |
| PDIP | Yasti Soepredjo Mokoagow | 83.621 | James Sumendap: 59.394 suara |
| Gerindra | Christovel Liempepas | 32.002 | Martin D. Tumbelaka: 26.424 suara |
Data perolehan suara dan kursi di atas adalah data sementara yang dirangkum dari berbagai sumber. Untuk kepastian jumlah suara dan jumlah kursi partai politik, masih menunggu hasil rekapitulasi KPU RI, dalam pleno perolehan suara dari masing-masing Dapil untuk DPR dan DPD serta perolehan suara presiden dan wakil presiden.***






Comment