Pada Selasa, kejadian dimulai sekitar pukul 08.00 WITA, dan air mulai surut perlahan hingga pukul 22.00 WITA.
Kepala BPBD Bolsel, Boby Sampe, melaporkan bahwa air sudah surut per hari ini, tetapi sebagian warga masih harus membersihkan rumah dari sisa lumpur.
“Banyak warga yang membersihkan rumah dengan peralatan seadanya, meskipun beberapa di antaranya menggunakan mesin pompa penyedot air,” kata Boby, Kamis (15/8/2024).
Sementara ini, Pemda masih sedang mendata kerugian dan fasilitas rusak pasca bencana.
Data Desa-Desa Terdampak
Kecamatan Pinolosian Tengah:
- Desa Mataindo Utara
Luapan sungai Mataindo menyebabkan tanggul jebol ± 50 meter. Seluruh rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-110 cm. - Desa Mataindo
Luapan sungai Mataindo mengakibatkan sebagian besar rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-80 cm. - Desa Torosik
Luapan air sungai Torosik menyebabkan tanggul jebol ± 200 meter. Sebagian besar rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-120 cm. - Desa Adow
Luapan air sungai Kuala Asam menyebabkan tanggul jebol ± 30 meter. Sebagian rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-80 cm. - Desa Tobayagan
Luapan air sungai Tobayagan melewati tanggul menyebabkan seluruh rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-130 cm. - Desa Tobayagan Selatan
Luapan air sungai Tobayagan melewati tanggul menyebabkan seluruh rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-130 cm.
Kecamatan Pinolosian Timur:
- Desa Dayow
Luapan air sungai menyebabkan sebagian rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-50 cm. - Desa Pidung
Luapan air sungai menyebabkan sebagian rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-40 cm. - Desa Dumagin B
Luapan air sungai Dumagin menyebabkan 4 titik tanggul jebol ± 200 meter. Seluruh rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-150 cm. - Desa Dumagin A
Luapan air sungai Dumagin menyebabkan seluruh rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-150 cm. - Desa Onggunoi
Luapan air sungai Onggunoi menyebabkan sebagian rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-40 cm. - Desa Onggunoi
Luapan air sungai Onggunoi juga menyebabkan seluruh rumah warga terdampak dengan ketinggian air mulai dari 30-150 cm, serta terjadi longsor di beberapa titik ruas jalan.
Saat ini pemda terus melakukan upaya pemulihan dan bantuan untuk masyarakat terdampak.
Fokus utama saat ini adalah membersihkan sisa lumpur, memperbaiki infrastruktur, dan memastikan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, dan telekomunikasi dapat pulih secepat mungkin.***






Comment