Kisah Haru Paskibraka Bolsel Fauzan Kadullah, Berterima Kasih Kepada Ayah Lewat Doa

Ia tidak lupa untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada ayah tercintanya yang telah meninggal beberapa tahun lalu.

“Apa yang saya capai hari ini adalah persembahan untuk ayah saya. Saya sangat merindukannya dan berharap dia bangga melihat saya di sini,” kata Fauzan dengan penuh emosi.

Sri Wahyuni Kadullah, tante Fauzan, juga tidak ketinggalan menyampaikan rasa syukurnya.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan,” kata Wahyuni.

“Kesempatan yang diberikan kepada anak kami untuk menjadi salah satu anggota Paskibraka dari Kecamatan Helumo. Kami berharap pencapaian ini menjadi langkah awal yang gemilang bagi masa depan Fauzan dan dapat memotivasi banyak orang,” tuturnya dengan penuh harapan.

Kisah Fauzan Kadullah adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras dan doa, kita bisa mencapai hal-hal yang tampaknya sulit.

Semoga perjalanan Fauzan tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekelilingnya.

Sebelumnya, Fauzan dan 32 pelajar lainnya, telah menjalani pengukuhan langsung dari Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, S.Pt, M.Si, Kamis lalu.

Bupati Iskandar sempat berpesan untuk berterima kasih kepada kedua orang tua, yang telah mendidik dan membesarkan hingga sampai ditahap itu.

Namun, lagi-lagi Fauzan hanya bisa memeluk Neneknya yang mengasuhnya saat ini. Juga beberapa keluarga terdekat lain menemani Fauzan saat pengibaran bendera merah putih.

Rasa syukurnya kepada sang ayah hanya lewat doa, karena pelukan hangat hanya sebuah kerinduan.***

Comment