Gadaikan SK, Bupati Yusra: Jangan Jadi dari hononer ke P3K hanya peningkatan status tanpa kesejahteraan

Aktivis jalanan yang kini menjabat orang nomor satu di Bolmong itu mengingatkan para P3K agar bijak mengelola keuangan.

Gaji yang mereka terima bukan sekadar simbol status, tetapi amanah untuk mendukung kinerja profesional.

“ASN itu pelayan rakyat. Mereka hadir untuk melayani, bukan dilayani,” kata Yusra.

“Laksanakan tugas dengan hati ikhlas, integritas, dan profesionalisme,” tegas Ketua DPW PKB Sulawesi Utara itu.

Bupati Yusra juga menyoroti ironi yang mencuat di balik peningkatan status para tenaga honorer ini.

Menurutnya, apa artinya pengangkatan jika gaji yang bertambah hanya berakhir digadaikan SK.

“Kalau ujung-ujungnya tetap tidak ada yang tersisa karena cicilan, itu artinya bukan peningkatan penghasilan. Hanya peningkatan status, tanpa kesejahteraan,” urainya.

Ia mengimbau seluruh P3K untuk tidak tergoda pada gaya hidup konsumtif yang bisa menjebak mereka dalam lingkaran utang.

“Gunakan gaji secara produktif. Dahulukan kebutuhan, bukan keinginan. Jangan sampai pinjaman mengganggu tugas dan bahkan kehidupan pribadi,” pesannya.

Yusra juga mewanti-wanti kemungkinan efek domino dari pemotongan gaji.

Ia khawatir para pegawai akan mencari “tambahan” lewat jalur perjalanan dinas, yang menurutnya bisa menjadi celah berbahaya.

“Kalau gaji tidak cukup, lalu berharap dari perjalanan dinas sebagai solusi, ini bisa berbahaya. Ini bukan soal uang semata, tapi soal integritas,” pungkasnya.***

Penulis: Gito

 

Comment