Siapa pemilik Pulau Molosing? Yang dulunya menjadi primadona di Bolaang Mongondow, kini menampakkan wajah yang memprihatinkan.
Terumbu karang di pesisirnya mulai rusak, serpihan karang kecil berserakan di pinggiran pantai. Namun demikian, hamparan pasir putih yang masih alami dan batu tersusun indah tetap menyajikan pesona eksotis yang tak bisa diabaikan.
Pertemuan awal antara Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, dan Rektor Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Dr. Muharto, berlangsung di rumah dinas bupati pada Kamis (22/05/2025) sekitar pukul 17.30 Wita.

Awalnya hanya silaturahmi biasa, namun berkembang menjadi diskusi strategis yang saling menguntungkan. Pemda membutuhkan kajian akademis wilayah, sementara UDK membutuhkan akses pengembangan ke pemerintah daerah.
Dari pertemuan ini, lahirlah gagasan besar, pengembangan Pulau Molosing sebagai kawasan pariwisata berbasis riset dan konservasi. Dalam kesempatan itu, Dr. Muharto juga menyerahkan buku karyanya yang berjudul Pariwisata Berkelanjutan kepada Bupati Yusra Alhabsyi sebagai bahan referensi awal pengembangan wilayah.
Menjejak Pulau Molosing
Minggu pagi (25/05/2025) sekitar pukul 08.00 Wita, Bupati bersama rombongan UDK menuju lokasi wisata milik Muliadi Paputungan di Desa Motabang. Di sana telah tersedia dua perahu fiber dan satu perahu karet milik Pos TNI AL Pelabuhan Labuan Uki untuk mengantar mereka menyeberang ke Pulau Molosing.
Perjalanan laut menuju Molosing memakan waktu sekitar 15-20 menit, tergantung kecepatan mesin. Dari kejauhan, bentuk pulau tampak menyerupai haluan kapal. Lokasinya berhadapan langsung dengan bibir pantai Desa Motabang.






Comment