Weny percaya, koneksi antar pelajar, antar guru dan murid, antar sekolah dan rumah harus dibangun lebih erat. Tidak cukup hanya dengan buku pelajaran atau rapat orang tua. Tapi lewat interaksi sosial yang hangat dan manusiawi.
Yang paling menyentuh dari seluruh gagasan ini adalah kesadaran Weny bahwa semua ini tidak butuh biaya besar, hal kecil diprogramkan tapi manfaatnya luar biasa untuk masa depan.
“Ini hanya butuh kemauan. Guru yang mau sedikit lebih peduli. Sekolah yang mau menyisihkan waktu. Orang tua yang mau membuka pintu rumahnya untuk teman anak-anaknya,” ucapnya.
Baginya, ini adalah misi sederhana tapi bermakna besar. Ia ingin membentuk generasi yang bukan hanya cerdas dalam matematika, bahasa atau teknologi, tapi juga berani mengatakan kebenaran, tahu cara menyapa yang sedang sakit, dan punya kepekaan saat temannya kesulitan.
“Saya ingin anak-anak ini, nanti saat dewasa, tidak menyalahkan generasi sebelumnya karena tidak mempersiapkan mereka,” ucap Weny lirih.
Dan dari ucapannya, terlihat jelas, ia tidak hanya sedang memimpin sebuah kota. Ia sedang menjaga masa depannya. Dari ruang-ruang kelas kecil, dari pertemanan di bangku SD, dari kunjungan ke rumah teman yang sakit.
Karena, mungkin benar kata Weny, masa depan Kotamobagu tidak dibangun dengan anggaran besar, tapi dengan hati yang besar, dan itu dimulai dari anak-anak.
Sekitar dua jam Weny Gaib membahas beberapa program dengan Diknas Kotamobagu, ia sadar bahwa membangun pendidikan bukan hanya soal bangunan fisik dengan segala fasilitas, tapi karakter menjadi poin utama.
Hal ini langsung direspon Diknas. Muhammad Aljufri Ngandu, menyambut positif gagasan pimpinannya tersebut, hingga ia menawarkan bisa mengumpulkan seluruh guru-guru di Kotamobagu, untuk sosialisasi program-program yang muncul dari gagasan sang spesialis mata ini.
“Kalau bole pak, kami akan kumpul seluruh guru di Kotamobagu, dan Bapak hadir untuk menyampaikan langsung program ini,” kata Ngandu.
Hal ini menurut Ngandu, agar ada poerhatian dan keseriusan para guru. “Agar mereka mendengar langsung hal-hal ini dari Pak walikota,” kata Ngandu.***
Penulis: Tim mediatotabuan






Comment