Kotamobagu – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Parade Damai – Jalan Sehat Kerukunan di Kota Kotamobagu, Senin (21/07/2025).
Parede yang diikuti ribuan perserta ini, dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Dr Drs KH Ulyas Taha, dan dipusatkan di Kantor Kemenag Kota Kotamobagu.
Pelepasan perserta Parade Damai oleh Kh Ulyas Taha yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan juga ada door prizenya ini, mengambil rute sekitar 10 kilometer dengan titik star berada di Kantor Kemenag Kota Kotamobagu, dan finis ditempat yang sama.

Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Dr Drs KH Ulyas Taha menyampaikan jika Parade Damai oleh Kemenag Sulut tersebut bagian kampanye untuk merajut dan memperkokoh kerukunan dan hamoni diantara Masyarakat.
“Dalam Parade Damai ini, kita menghadirkan para tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh lintas keagamaan, para ASN, Forkopimda, Instansi Vertikal dan juga siswa-siswa ini, dalam rangka kita selalu dan senantiasa perkiat kerukunan antar umat beragama, sebagaimana yang menjadi Asta Cita dari Presiden Prabowo, bagaiman kita memperkuat tatana kehidupan dengan lingkungan, alam, kemudian memperkuat kerukunan antar umat beragama,” kata KH Ulyas Taha.
Ia pun menjelaskan, kenapa kerukunna antar umat beragama harus di perkuat, karena menurut Ketua NU Sulut ini, dalam membangun sebuah bangsa, sebua peradaban, tentu bagaimana kita semua membangun keharmonisan dalam sebuah perbedaan.
“Kita menyadari bertul bahwa Indonesia ini dibagun, atas perbedaan-perbedaan itu sehingga harus kita rawat. Indonesia lahir, tidak lahir dari kelompok tertentu, tapi karena persatuan dari kelompok yang berbeda ini, sehingga ini menjadi warisan daripada pendiri bangsa ini, dan kita sebagai generasi penerus ini harus ditanamkan terus menerus kepada mereka-mereka, maka karena itu, kami juga melibatkan para siswa baik dari Madrasyah maupun sekolah umum termasuk sekolah Kristen untuk meastikan anak-anak kita sejak dini itu kita tamankan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan mereka,” jelasnya.
Saat disingung kenapa Kota Kotamobagu dijadikan lokasi kegiatan Parade Damai ini, KH Ulyas Taha mengatakan, jika Kota Kotamobagu memilki wilayah yang mencakup lima kabupaten kota di Bolaang Mongondow Raya, sehingga ia berharap dengan dilaksanakan kegiatan tersebut di Kota Kotamobagu, kampanye Parede Damai ini, bisa mencakup daerah lain di wilayah BMR.
Ketua Sinode GMIBM, Pendeta Feky Kamasaan STh, memberikan apresaisi dan bersyukur atas pelaksanaan kegiatan Parade Damai dan Jalan Sehat Kerukuna tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut, memiliki nilai-nilai yang sanggat luhur dimana sesame umat beragama saling menghormati dan menghargai demi kedamaian, toleransi dan moderasi umat beragama di Indinesia khususnya di Bolaang Mongondow Raya.
“Salut dan Bangga atas pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan, Walikota Kotamobagu, Dokter Weny Gaib, diwakili Asisten III Kotamobagu, Mohammad Agung Adati.
“Terima kasih kepada Kantor Kementrian Agama Sulawesi Utara dan Kota Kotamobagu yang telah melaksanakan kegiatan ini di Kota Kotamobagu,” ucapnya.
Kegiatan inim diikuti Forkopimda Kota Kotamobagu, Ormas Keagamaan, sejumlah instansi vertikal, ASN, perguruan tinggi dan para siswa-siswi di Kota Kotamobagu.
Penulis: Gito Simbala






Comment