Ni Wayan Bentet Warga Mopugad Utara II, Lansia di Rumah yang Tak Layak

Tubuhnya yang ringkih tampak pasrah menghadapi kerasnya usia dan nyaris tanpa kasih sayang orang terdekat.

Tim medis memeriksanya sembari berkomunikasi soalan kehidupan Ni Wayan.

Mereka juga langsung mengevakuasi Ni Wayan ke tempat yang lebih aman dan layak untuk beristirahat.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan layanan kesehatan,” kata I Ketut Kolak.

“Tapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ucap I Ketut Kolak.

Tak berhenti di situ. Pemerintah Desa Mopugat Utara II diajak berkoordinasi.

Rumah reyot tempat Ni Wayan tinggal mulai disentuh perbaikan.

Bukan oleh kontraktor besar, tapi oleh tangan-tangan warga yang tak tahan melihat sesamanya hidup dalam kesendirian.

Gotong royong pun mengalir dari hati ke hati.

Dalam satu hari, targetnya rumah itu bisa kembali ditempati, dengan lantai bersih dan dinding yang kembali kokoh.

“Ini adalah bentuk komitmen kami bersama masyarakat untuk kemanusiaan,” ujar Ketut Kolak lagi.

Langkah kecil itu Pemda Bolmon, memantik harapan besar.

Masyarakat sekitar menyambut baik inisiatif Dinas Kesehatan. 

Berharap aksi seperti ini bisa menjadi contoh, bukan hanya untuk desa-desa lain di Bolmong, tapi juga bagi semua wilayah di negeri ini.

Di tengah tantangan zaman, kisah Ni Wayan Bentet adalah pengingat bahwa keberpihakan pada yang lemah bukan sekadar kewajiban, tapi panggilan nurani.

Karena terkadang, yang dibutuhkan seseorang untuk kembali hidup bukan hanya obat dan tempat berteduh, melainkan rasa bahwa dia tidak sendiri.

Comment