PKB Sulut Panaskan Mesin Politik, Yusra Alhabsyi Dinilai Layak Tetap Nahkodai Partai

MANADO – Aroma kontestasi Pemilu 2029 mulai terasa di setiap sudut, dari ruang rapat elit hingga perbincangan warung kopi.

Mesin partai dipanaskan, strategi disusun, konsolidasi digencarkan.

Di tengah riuh itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulut, muncul sebagai kekuatan baru dengan soliditas yang tak diragukan.

Di bawah kendali Yusra Alhabsyi sebagai Ketua DPW dan Sarhan Antili sebagai Sekretaris, PKB Sulut tidak sekadar bersiap.

Namun, bergerak dengan terukur, memastikan setiap celah terisi, setiap barisan rapi, dan setiap kader siap bertarung.

Kepemimpinan ini telah melahirkan capaian yang nyata.

Kursi PKB di parlemen kian bertambah, kader-kader mereka menembus jabatan strategis, bahkan melahirkan kepala daerah.

Justru hal itu bukan muncul begitu saja, tapi lewat rancangan sejak lama.

Penggerak baru bangkit dari PKB. Yusra Alhabsyi mampu bersaing dengan tokoh politik di Sulut.

Baca Juga: Gelar Berbagai Lomba, TP-PKK Bolmong Bentuk Lima Tim Turun ke Lapangan

Ia tak banyak punya modal finansial, tapi kekuatan mengakar yang menancap. 

PKB Sulut, mampu masuk menjejak di akar rumput, petani, nelayan, komunitas keagamaan, hingga generasi muda milenial dan Gen Z.

Dengan cara itu, partai ini tidak hanya hadir dalam wacana politik, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Sekretaris DPW PKB Sulut, Sarhan Antili, menegaskan, PKB Sulut sekarang bukan sekadar hadir di panggung politik, tapi menjadi pemain utama.

“Kami sudah membuktikan bisa mencetak kader hingga level kepala daerah, dan ini baru pemanasan,” kata Sarhan.

“Mesin partai harus bergerak serentak. Target 2029 jelas, suara naik signifikan dan kursi bertambah di semua tingkatan,” kata Sarhan, Sabtu (16/8/2025).

Kehadiran Dr Wenny Gaib sebagai Wakil Ketua semakin memperkuat barisan.

Yusra dikenal piawai membangun jaringan lintas wilayah, sementara Wenny menghadirkan profesionalisme dan inovasi politik segar.

Kombinasi keduanya memberi daya dorong baru bagi PKB di kancah regional.

Menjelang Muswil dan Muscab serentak awal 2026, PKB Sulut tampil tanpa retakan.

Yusra yang juga menjabat Bupati Bolaang Mongondow, dinilai pantas dipertahankan sebagai nakhoda DPW.

Ia terbukti menjaga soliditas sekaligus membawa partai menorehkan capaian luar biasa.

Soliditas ini selaras dengan arah besar PKB nasional di bawah Abdul Muhaimin Iskandar.

Ketika partai lain masih terjebak tarik-menarik kepentingan, PKB Sulut justru memperlihatkan konsolidasi matang.

Ini contoh bagaimana mesin politik PKB mampu bergerak kompak dan efektif.

Dengan mesin yang dipanaskan sejak dini, prestasi yang nyata, dan strategi terukur.

PKB Sulut menatap Pemilu 2029 dengan percaya diri.

Bukan sekadar peserta, mereka siap menjadi kekuatan politik yang harus diperhitungkan di Sulawesi Utara.

“Kami sudah panaskan mesin, dan sudah siap dengan segala medan pertempuran,” ujar Sarhan.***

Comment