MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, bangga kepada 10 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2025.
Pelatihan yang digelar tersebut, sudah berjalan semenjak 6 Mei 2025, yang dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay.
Kehadiran peserta bukan hanya dari Provinsi Sulawesi Utara, namyn datang juga dari Sulawesi Tengah, sebanyak 1 (satu) orang peserta.
Gubernur YSK sebutan lain Yulius Selvanus, menutup kegiatan tersebut di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur Sulut, Selasa (14)10/2025).
Pelatihan KPN Tingkat II ini diikuti sebanyak 45 peserta, dengan rinsian 44 peserta berasal dari Sulawesi Utara dan 1 dari luar provinsi.
Gubernur YSK mengatakan, Pemprov Sulut, akan membangun birokrasi dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi.
“Kemudian juga memutus transmisi kemiskinan di daerah, agar Sulut bisa lebih maju dan sejahtera,” kata YSK.
Pelatihan yang dibuka Victor Mailangkay, tersebut mengusung tema “Membangun Kapasitas Birokrasi dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi dan Memutus Transmisi Kemiskinan di Daerah”.
Menariknya, untuk membangun birokrat PNS Sulut, metode yang digunakan adalah blended learning.
- Baca Juga: Bunda PAUD Sulut Kunjungi PAUD, Perhatikan MBG dan Pendidikan Dini
- Baca Juga: Gubernur YSK Puji Kota Bitung Tumbuh Sebagai Kota Industri di Kawasan Timur
Blended learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka (tradisional) dengan pembelajaran daring (online).
Kemudian cakupan dalam pembelajaran mandiri, e-learning, serta pembelajaran klasikal, menjadi satu dalam Pelatihan KPN Angkatan Ke-VIII ini.
“Dari hasil laporan tadi saya sangat bangga, karena dengan nilai sangat memuaskan itu ada 10 peserta, tentunya ini merupakan suatu kebanggan,” ujar Yulius Selvanus.
Sehingga ia berharap penutupan PKN kali ini dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam menjalankan tugas dan fungsinya di daerah masing-masing.
“Saya mengajak para peserta untuk menjadi agen perubahan dan pelopor dalam menyukseskan program-program strategis nasional.
Gubernur juga menyampaikan bahwa tantangan ke depan menuntut kepemimpinan yang fokus pada pelayanan dan program untuk masyarakat.
“Kepemimpinan berlaku di semua level, termasuk dalam keluarga, jadi pelatihan ini menjadi bekal bagi kita semua,” imbuh Yulius.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN, Tri Widodo Wahyu Utomo, mendorong peserta menerapkan hasil pelatihan untuk memperbaiki layanan publik.
“Jadi terapkan kompetensi ini terutama di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan perizinan,” kata Tri Widodo Utomo.***






Comment