“Karena menurut Pak Gubernur, program ini bukan sekadar inisiatif sosial, tetapi fondasi strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” ujar Rendy.
Sebelumnya, Gubernur Yulius, mengatakan MBG merupakan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden RI untuk menyiapkan masa depan bangsa.
“Dengan menekan angka stunting dan gizi buruk yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, yang berdampak pada kesehatan dan pendidikan,” kata YSK saat evaluasi bersama kabupaten kota se Sulut lalu.
Baca Juga: Di Hadapan Pengurus PKK dan Dekranasda, Gubernur Yulius Sindir Program OPD
“Ini bukti bahwa MBG bukan hanya intervensi gizi, tetapi juga bagian dari pembangunan ekonomi yang berkeadilan,” kata Yulius.
Salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG yang diketuai Wakil Gubernur Sulut.
Informasi dirangkum Kota Kotamobagu menargetkan 11 SPPG yang tersebar di empat kecamatan.
Jumlah tersebut, satu SPPG di Kelurahan Kotobangon dijadwalkan siap beroperasi pada Kamis 20 November 2025 mendatang.
“Satu SPPG diharapkan dapat mendistribusikan MBG kepada 2.500–3.000 sasaran per wilayah,” kata Sofyan Mokoginta.***






Comment