Hadir di Debat Mahasiswa, Generasi Pemimpin Sulut Harus Mampu Menjaga Emosi, Kata Gubernur Yulius Selvanus

“Debat bukan soal siapa yang paling keras atau paling cepat membalas argumen, tapi latihan menjaga energi, mengatur tempo pikiran, dan menyampaikan gagasan tanpa kehilangan kendali,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa liga debat melatih mahasiswa berpikir secara terstruktur. Ketika emosi terjaga, logika bekerja lebih jernih, dan etika tetap menjadi pijakan.

“Karakter seperti inilah yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” katanya.

Gubernur mengaitkan tema debat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Baca Juga: Ranperda APBD 2026 Diketuk, Pemprov Sulut Optimis Pertumbuhan Ekonomi Bisa Sentuh 6 Persen

Ia menjelaskan bahwa ekonomi biru dan ekonomi hijau telah menjadi dasar penyusunan RAPBD dan RPJMD Sulut 2026.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa tidak berhenti pada teori, tetapi bergerak menjadi inovator yang membawa ide-ide baru soal keberlanjutan.

Ia menyampaikan beberapa strategi lainnya, seperti keterlibatannya dalam pembahasan RUU Kepulauan di DPR RI, kehadiran pada penyerahan DIPA oleh Presiden, serta sejumlah pertemuan nasional bersama Bank Indonesia dan kementerian terkait.

Disentil juga finalisasi APBD Sulut 2026 yang sedang digarap bersama Kementerian Dalam Negeri. 

“Mahasiswa harus berada di barisan paling depan dalam praktik berpikir kritis,” ajaknya.***

Comment