Bolmong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Badan Keuangan Daerah (BKD), terus berkomitmen dalam mempercepat transformasi digitalisasi daerah.
Ini dibuktikan dengan kehadiran perwakilan BKD Bolmong dalam agenda Capacity Building dan Pendampingan Pengisian Survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester II Tahun 2025, Senin (19/01/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 19 hingga 20 Januari 2026, di Kota Manado.
Agenda ini merupakan tindak lanjut atas undangan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut terkait penguatan peran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Kepala BKD Bolmong, Ashari Sugeha, melalui perwakilan yang hadir menjelaskan bahwa fokus utama dalam kegiatan ini adalah memastikan akurasi data dalam sistem kelola P2DD.
“Kami hadir untuk melakukan pengisian Survei Indeks ETPD untuk periode Semester II Tahun 2025. Fokus utamanya adalah menginput hasil rekonsiliasi data realisasi penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sepanjang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2025,” ujarnya.
Langkah ini sangat krusial karena hasil pengisian survei tersebut akan menjadi indikator sejauh mana tingkat kemandirian dan kesiapan digitalisasi transaksi di Kabupaten Bolaang Mongondow. Data yang diinput mencakup berbagai kanal pembayaran non-tunai yang telah diterapkan untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
Melalui pendampingan teknis ini, diharapkan sinergi antara Pemkab Bolmong dengan Bank Indonesia serta Bank Persepsi semakin solid. Hal ini bertujuan agar implementasi ETPD di Bolmong tidak hanya sukses secara administratif dalam sistem P2DD, tetapi juga memberikan dampak nyata pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Championship TP2DD, di mana performa digitalisasi daerah sepanjang tahun 2025 akan dievaluasi secara nasional.






Comment