KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu fokus pembangunan 2027 bertumpu pada tiga pilar utama strategi mewujudkan pembangunan inklusif berkelanjutan dan merata.
Pilar pertama ekonomi kreatif dan budaya diarahkan pada revitalisasi warisan budaya lokal sebagai identitas sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Upaya ini dilakukan dengan mendorong pelaku UMKM mengangkat nilai budaya dalam produk sehingga memiliki daya saing dan keunikan di pasar.
Selain itu, penguatan sektor ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal daerah.
Pilar kedua pemberdayaan sosial difokuskan pada perlindungan kelompok rentan agar memperoleh akses layanan dan kesempatan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Jembatan Motabi Biga Diresmikan, Warga Antusias Bantuan Polres
Hal itu disampaikan Sekkot Kotamobagu, Sofyan Mokoginta SH ME, saat membuka Forum Konsultasi Publik rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Kamis (5/3/2026).
”Pembangunan yang inklusif adalah tujuan kita, agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal,” ujar Sofyan Mokoginta saat membacakan sambutan dr Wali Kota Weny Gaib SpM.
Penguatan ketahanan keluarga juga menjadi perhatian melalui program pembinaan serta kolaborasi dengan tokoh masyarakat dalam menjaga nilai kebersamaan dan harmoni sosial.
Moderasi beragama turut diperkuat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial dan mencegah potensi konflik di tengah keberagaman masyarakat.
Pilar ketiga layanan dasar menitikberatkan pada perluasan akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Melalui tiga pilar tersebut, pemerintah berharap mampu mengurangi ketimpangan sosial sekaligus mewujudkan pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan.






Comment