Pemkot Gelar Konsultasi Publik RKPD 2027, Ini Target Pembangunan

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2027.

Fokus kali ini penguatan budaya, ketahanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Tema diangkat “Penguatan Identitas Budaya dan Ketahanan Sosial untuk Pembangunan yang Inklusif”.

Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta menegaskan ini adalah tahapan penting dan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Kita memastikan dokumen RKPD disusun secara partisipatif, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Sofyan.

Ia menegaskan pembangunan bukan hanya fisik infrastruktur, tapi juga penguatan karakter daerah, nilai budaya, solidaritas sosial,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan capaian kinerja pembangunan Kota Kotamobagu tahun 2025.

“Secara umum pembangunan menunjukkan tren positif dengan beberapa indikator yang berhasil melampaui target,” aku Sekda.

Baca Juga: Jembatan Motabi Biga Diresmikan, Warga Antusias Bantuan Polres

Tapi, tingkat pengangguran sedikit di atas target, angka kemiskinan yang perlu ditekan, serta kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB yang belum optimal.

“Indikator tata kelola pemerintahan seperti MCSP, SAKIP, dan pembangunan Zona Integritas juga masih perlu diperkuat,” tegasnya

Dijelaskan, pemkot menetapkan sejumlah pilar pembangunan 2027, diantaranya pengembangan ekonomi kreatif, UMKM.

Penyelenggaraan festival budaya dan ruang ekspresi bagi generasi muda, serta pemberdayaan sosial yang mencakup perlindungan kelompok rentan.

“Termasuk penanganan stunting, pencegahan konflik sosial, penguatan ketahanan keluarga, dan moderasi beragama,” terangnya.

Pemkot juga menargetkan peningkatan akses pelayanan dasar yang merata dan berkualitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat.

Hadir unsur Forkopimda, Wakil Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Satli Tambunan, para asisten, pimpinan OPD, camat, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, akademisi, hingga perwakilan dunia usaha.***

Comment