mediatotabuan.co, Bolsel — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) membantah anggapan bahwa selama ini pihaknya minim program kerja dan sekadar bertumpu dengan program tahunan, seperti menyeleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada 17-an Agustus.
Rilis yang diterima mediatotabuan, Jumat (8/04) dari Ketua Kerukunan Pelajar Mahasiswa Bolaang Mongondow Selatan (KPMIBMS), Cakra Wahyudi Ente, menyayangkan kinerja Dispora Bolsel yang setiap tahunnya minim program.
“Kami memantau Dispora Bolsel tiap tahunnya hanya berfokus dalam menata satu program tahunan mereka, yaitu rangkaian Paskibraka dalam perhelatan setiap tanggal 17 Agustus,” katanya.
Padahal menurutnya tugas dan fungsi Dispora Bolsel seyogianya tidak sekadar menyeleksi Paskibaraka saja, melainkan lebih dari itu dimana harus melahirkan program lainnya yang menyentuh pembangunan sumber daya pemuda maupun olahraga di daerah tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pemuda Dispora Bolsel, Nurlaila Gobel, mengatakan sebenarnya pada 2020 pihaknya memiliki banyak program kepemudaan yang telah diajukan ke pemerintah daerah, akan tetapi karena di tahun yang sama pandemi Covid-19 mulai merebak, maka anggaran yang sebelumnya direncanakan itu harus dialihkan untuk menangani bencana non alam tersebut.
“Kami ini adalah orang lapangan. Siapa yang tidak suka dengan program. Tahun 2020 kami sudah ajukan. Dan itu telah tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA). Hanya karena ada refocusing anggaran yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19, maka kami tidak bisa berbuat apa-apa. Dan saya kira, kondisi ini tidak hanya terjadi di Bolsel, tapi di seluruh daerah di Indonesia,” tegasnya saat diwawancarai, Senin (11/04).
Program kepemudaan tahun 2020 yang pada akhirnya tidak jadi dilaksanakaan itu, kata Nurlaila, adalah pertukaran pemuda daerah, sosialisasi wirausaha pemuda produktif, kegiatan pramuka hingga jambore pemuda.
“Yang tersisa hanyalah program Paskibraka. Begitupun tahun berikutnya kami ajukan lagi, tapi di saat pembahasan langsung dipangkas. Karena itu tadi, untuk penanganan pandemi,” ujarnya.
Sedangkan menurut Kepala Dispora Bolsel, Sumitro Paidiko, dalam bidang olahraga pada tahun 2021 misalnya, kerjasama pihaknya dan Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonsia (PSSI) berhasil membawa Bolsel FC menembus partai final dalam Piala Soeratin zona Sulawesi Utara (Sulut) setelah sebelumnya lolos di zona Bolaang Mongondow Raya (BMR).
“Tim Bolsel FC yang lolos partai final Piala Soeratin zona Sulut, yakni U-13 tahun, U-15. Sedangkan U-17 sampai semifinal. Sementara tim Bolsel FC yang berlaga pada Liga 3 zona Sulut, tembus sampai semifinal,” kata Sumitro.
“Jadi saya kira dengan menyebut Dispora Bolsel tidak ada kegiatan, justru ini pandangan yang sangat keliru.”
Sumitro menambahkan, sebenarnya pihaknya tidak pernah sekalipun alergi dengan kritik, hanya saja bila mengkritik itu harus memiliki landasan yang kuat, sehingga tidak sekadar asal-asalan ketika mengemukakan suatu pendapat.
“Atau bisa langsung datang ke dinas kami. Saling berdiskusi atau memberi masukan,” ujarnya.
Sementara itu, Sakina Hasan, Kepala Bidang Olaharga Dispora Bolsel, menambahkan bahwa sebelum ada pandemi Covid-19 pihaknya sudah melaksanakan beragam kegiatan antara lain: open tournament, lari maraton, tinju, jambore pemuda dan lain sebagainya.
Penulis: Apriyanto Rajak
Editor: Fahmi






Comment