mediatotabuan.co, Kotamobagu – Pencatutan nama pejabat dan pencurian data pribadi untuk melakukan penipuan masih marak terjadi di media sosial.
Salah satu contoh yang terjadi kepada Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani, yang sudah dua kali namanya dicatut menggunakan media soaial WhatsApp (WA).
Walaupun Benny Rhamdani langsung mengklarifikasinya melalui akun Facebook miliknya pada Kamis (5/1/2024), tapi sebelumnya juga namanya pernah dicatut terjadi sekitar Juli 2022 lalu.
Pada Juli lalu ada akun palsu WA mengatasnamakan Benny Ramdhani, modusnya dengan alasan untuk memverifikasi nomor WhatsApp-nya. Mulanya akun palsu tersebut meminta pertemanan di Media Sosial (Medsos) lewat Facebook (FB).
Untuk mengelabui dan meyakinkan sasaran, akun FB tersebut ini menggunakan foto Benny Ramdhani yang memakai jas almamater sebuah partai yang sedang berada di podium.
Teman FB yang disasarpun adalah orang-orang yang kenal dekat dengan Benny. Setelah berteman di FB, oknum diduga penipu ini melancarkan aksinya meminta nomor handphone (HP) melalui platform messenger.
Kini kasus serupa kembali menimpa Benny, ada WA dengan foto profil memakai foto Benny Rhamdani dan mencatumkan nama lengkap Benny Rhamdani.
Benny Rhamdani langsung mengklarifikasinya di Facebook miliknya pada Kamis (5/1/2023), dengan keterangan “teman dan sahabat, kawan dan kerabat, mohon hati-hati penipuan menggunakan WA dengan menggunakan foto saya dengan nomor HP yang jelas bukan nomor HP saya,” tulis Benny Rhamdani, Kamis (5/1).

Saat ini para pengguna media sosial harus lebih hati-hati dengan modus penipuan pencatutan nama pejabat tertentu. Apalagi oknum penipu sampai meminta atau menawarkan sesuatu dengan imbalan. Sebab kejahatan dunia maya, seperti penipuan (fraud) bisa terjadi terhadap siapa saja.
Penipuan digital marak terjadi belakangan ini, setelah pengguna internet telah merambah ke masyarakat bawah. Rata-rata penipuan mengatasnamakan pejabat atau lembaga tertentu modusnya sama, yakni dengan menggunakan identitas orang lain.
Biasanya tujuan pelaku kejahatan online ini meminta sejumlah uang atau pulsa ke beberapa orang terdekat korban.
Sehingga masyarakat diimbau lebih waspada apabila orang terdekat meminta sejumlah uang atau pulsa dengan menggunakan nomor yang tak terdaftar di kontak handphone, tetapi menggunakan kloning foto orang yang mereka kenal.
Sebaiknya konfirmasi ulang atau cek langsung kepada orang yang bersangkutan, bila perlu lakukan video call dan jangan main transfer saja langsung
Berikut Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online
Dikutip melalui siaran media online CNN Indonesia, terdapat beberapa modus yang perlu diketahui agar dapat terhindar dari penipuan melalui media online.
- Modus Penipuan Klik Link
Jika Anda pernah mendapat pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi pesan dan tautan tertentu, jangan pernah mencoba mengetuk tautan tersebut jika tidak ingin akun WhatsApp Anda dibajak orang lain atau data pribadi Anda disalahgunakan.
Hindari juga mengetuk tautan yang dikirim oleh kerabat dan grup jika isi pesan tidak jelas dan mencurigakan. Anda tidak pernah tahu apakah akun WhatsApp tersebut milik teman Anda atau telah diambil alih seseorang.
- Modus Minta Tolong
Modus jenis ini sedang marak dalam beberapa bulan terakhir.
Penipu menggunakan foto dan biodata teman atau orang yang Anda kenal, kemudian mengirim pesan orang-orang terdekat meminta tolong dipinjamkan uang dengan bermacam alasan.
Untuk mencegahnya, Anda bisa mencari kejelasan dari sumber terpercaya atau orang yang Anda kenal.
Jika merasa aneh dan tak logis sebaiknya langsung blokir dan laporkan kontak tersebut. Jangan membalasnya dan memberi ruang penipu untuk memperdaya Anda.
- Modus WhatsApp Kode OTP
Kode OTP atau biasa dikenal dengan kode verifikasi, merupakan salah satu jenis modus penipuan WhatsApp yang sering terjadi dengan metode pengelabuan yang bermacam-macam.
Modus yang digunakan pelaku biasanya mengaku-ngaku salah kirim pesan dengan meminta Anda mengirim kode 6 digit khusus di kotak pesan ponsel yang memang dikirim khusus pelaku ke nomor Anda.
Jika Anda memberikan kode OTP yang diminta maka ucapkan selamat tinggal pada akun WhatsApp Anda.
Bahaya lainnya adalah data pribadi Anda seperti rekening bank, kartu kredit, serta KTP bisa dimanfaatkan pelaku untuk tindak kejahatan yang merugikan diri Anda.
- Modus Atas Nama Bank
Modus penipuan WhatsApp yang terakhir adalah modus penipuan mengatasnamakan bank.
Penipu biasanya mengirim pesan dan memberitahukan bahwa Anda menang undian bank atau meminta Anda melakukan pembaruan data pribadi.
Tujuan pelaku adalah ingin mendapatkan akses pin, password, dan username yang biasa Anda gunakan untuk bertransaksi perbankan online.
Agar tidak tertipu, segera blokir dan laporkan nomor WhatsApp penipu. Jika penipu menghubungi Anda via telepon WhatsApp matikan saja telepon tersebut dan tidak perlu menanggapi.
Jika ragu, periksa ulang dengan menghubungi nomor resmi bank tempat Anda membuka rekening.
Cara menghindari penipuan lewat WhatsApp:
- Verifikasi Dua Langkah
Salah satu langkah mencegah aksi penipuan adalah dengan menggunakan fitur verifikasi dua langkah. Fitur ini bekerja dengan mendaftarkan 6 digit PIN untuk masuk akun WhatsApp. Anda juga dapat memilih opsi memasukkan alamat email.
WhatsApp secara berkala akan meminta Anda untuk memasukkan PIN. Jika lupa berapa kode PIN yang Anda buat. WhatsApp akan mengirim notifikasi ke email Anda untuk menyetel ulang PIN. Sebagai catatan, hindari membagikan 6 digit PIN yang Anda buat kepada siapa pun.
Penting untuk diingat, jika Anda menerima email yang meminta menyetel ulang PIN verifikasi dua langkah atau kode pendaftaran saat Anda tidak memintanya. Jangan mengetuk atau mengeklik tautan apa pun yang ada pada email tersebut.
Bisa saja seseorang sedang berusaha untuk mengakses nomor telepon WhatsApp Anda. Cara mengaktifkan fitur ini cukup mudah buka menu ‘Pengaturan’ lalu pilih opsi ‘Akun’ kemudian pilih opsi ‘Verifikasi Dua Langkah’ ikuti instruksi selanjutnya.
- Batasi Pengguna yang Bisa Melihat Profil
Cara menghindari penipuan lewat WhatsApp adalah dengan membatasi siapa yang dapat melihat profil Anda. WhatsApp menyediakan pilihan siapa saja yang dapat melihat profil WhatsApp kita.
Untuk mengatur pengguna lain yang dapat melihat kontak Anda, ketuk menu ‘Setelan’ > Akun > Privasi > pilih opsi ‘Kontak Saya’ pada menu ‘Terakhir Dilihat, Foto Profil, Info, dan Status’.
- Blokir dan Laporkan Pesan Tidak Dikenal
Jika mendapat pesan dari nomor tidak dikenal dengan isi pesan yang mencurigakan terlebih memberikan tautan untuk Anda kunjungi, tak perlu membalas atau membukanya. Langsung laporkan dan blokir nomor tersebut.
Pesan dengan isi tautan atau berita hoax dari nomor tidak dikenal merupakan phising yang bisa mengambil alih data pribadi dan akun WhatsApp Anda.
Cara melaporkan dan blokir nomor tersebut cukup mudah, ketuk ‘Nama Kontak atau Nomor Pengguna’ lalu pilih opsi ‘Blok Kontak’ kemudian pilih opsi ‘Laporkan Spam dan Blok’.
- Log Out WhatsApp Web
Karena kepraktisannya menggunakan WhatsApp web di jaringan umum terbuka atau wifi public rentan terkena hack.
Sebisa mungkin hindari menggunakan wifi publik untuk membuka WhatsApp web, dan selalu ingat untuk log out akun setelah selesai menggunakan WhatsApp Web.
- Perhatikan Gaya Bahasa dan Tulisan Pesan
Seringkali penipu menyapa Anda dengan menyamar menjadi orang yang Anda kenal atau berpura-pura menjadi teman. Bisa juga menyapa Anda dengan memberikan kejutan menang undian dan hal tidak masuk akal lainnya.
Jika berpura-pura menjadi orang yang Anda kenal dan meminta bantuan berupa uang, perhatikan terlebih dahulu gaya bahasa yang dipakai pelaku. Anda tentu mengenal gaya bahasa dan ketikan pesan teman atau kerabat Anda.
Selain itu, penipu juga kerap menggunakan ejaan atau tata bahasa yang aneh dan tak lazim.
Itulah cara-cara menghindari penipuan lewat WhatsApp. Abaikan pesan yang masuk jika dirasa aneh. Anda tak perlu menanggapi lebih jauh dan blokir nomor tersebut.***
Penulis: Fahmi






Comment