Tatong Bara Hadiri Upacara Adat Tulude Jemaat Solafide Mogolaing

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Jemaat Solafide Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, menggelar upacara Adat Tulude yang diwariskan dari para leluhur masyarakat Nusa Utara, Minggu (29/01/2023).

Acara yang dilaksanakan di halaman Gedung GMIBM Solafide Mogolaing ini, dihadiri Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara.

Kadatangan Wali Kota Kotamobagu dua periode ini, disambut meriah oleh warga yang hadir dalam perayaan uacara Adat Tulude tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara menyampaikan, Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu menyambut baik dilaksanakannya kegiatan upacara Adat Tulude.

Menurutnya, pelaksanaan upacara Adat Tulude merupakan salah satu upaya dalam rangka melestarikan Budaya.

“Upacara Adat Tulude ini tentunya merupakan upacara syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, atas perlindungan, berkat, dan kasih sayang Tuhan selama setahun,” ucap Wali Kota.

“Perayaan seperti ini bukan saja serememonial dalam melaksanakan syukuran, tapi juga turut untuk melestarikan budaya,” tambahnya.

Turut hadir dalam perayaan upacara Adat Tulude ini diantaranya Dandim 1303 Bolaang Mongondow Letkol Inf Topan Angker SSos, perwakilan unsur Forkompimda Kota Kotamobagu, anggota DPRD Kota Kotamobagu Royke Kasenda, Ketua BPMJ Solafide Mogolaing Pdt Tely Momongan Rondonuwu STh, Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta SH ME, para Asisten, pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Kotamobagu, serta tamu dan undangan.

Dikutip dari https://wikipedia.org, Tulude merupakan Upacara adat yang digelar setahun sekali, tepatnya di akhir bulan Januari, yakni pada tanggal 31.

Acara ini juga dihayati secara simultan sebagai peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dewasa ini, masyarakat suku Sangihe mengadakan upacara Adat Tulude sebagai momen untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang diberikan, baik dalam bidang kelautan, perikanan, pertanian, dan sebagainya.

Secara hurufiah, Tulude dapat diartikan meluncurkan atau melepaskan sesuatu hingga meluncur ke bawah dari ketinggian. Kemudian, kata ini mengalami perluasan makna menjadi melepaskan, meluncurkan, menolak, atau mendorong. Dalam hal ini, Tulude berarti melepaskan tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru.[1]

Tulude dalam bahasa Sangihe berasal dari kata “Suhude” yang berati Tolak, hal ini menolak tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru.

Penulis: */Gito Simbala

Comment