Tudingan Jual Beli Lapak Pasar Senggol, Ini penjelasan Ariono Potabuga

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Menanggapi tudingan ada “permainan” penjualan lapak di Pasar Senggol oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Kotamobagu, dibantah.

Bantahan ini, disampikan langsung Kepala Disdagkop-UKM Kotamobagu, Ariono Potabuga, Senin (17/04/2023).

“Saya menjamin tidak ada permainan oleh dinas apalagi menjual lapak dengan harga yang melebihi atau di atas harga yang ditetapkan,” bantahnya.

Ia menjelaskan, jika pihaknya telah melaksanakan sesuai rencana dengan membuka pendaftaran kepada pedagang untuk mendapatkan lapak di Pasar Senggol sesuai dengan ketentuan.

“Kalau kemudian setelah keluar dari dinas ada hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan, seperti ada transaksi lagi antar pedagang, maka hal hal tersebut diluar kendali kami,” jelasnya.

Ia pun mengatakan, hampir setiap tahunnya, puhaknya selalu memfasilitasi penyelenggaraan Bazar Ramadhan atau Pasar Senggol yang sudah menjadi kearifan lokal.

“Pasar ini memiliki magnet tersendiri dari warga masyarakat untuk berjualan dan mencari rezeki dihari-hari terakhir bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri,” kata Ariono.

“Memang kondisi setiap pelaksanaannya selalu ada riak riak. Ini terjadi karena antara peminat untuk berjualan di Pasar Senggol dengan lapak yang tersedia selalu tidak berbanding, karena lokasi yang tersedia sangat terbatas,” ujarnya.

“Pasar ini Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terutama fashion untuk berlebaran dengan harga yang terjangkau, serta memberi kesempatan kepada semua pedagang untuk berjualan agar bahan yang dijual lebih variatif, sehingga tidak ada dikotomi antara pedagang lokal maupun bukan,” jelasnya lagi.

Penulis: */Gito Simbala

Comment