Update Data Bencana Bolsel: 12 Desa Terdampak, Warga Fokus Pembersihan

MEDIATOTABUAN, BOLSEL – Warga di Kecamatan Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), masih sibuk membersihkan rumah dan pekarangan masing-masing setelah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Pada Selasa dini hari lalu, hujan deras memicu bencana yang menghancurkan infrastruktur vital.

Sebanyak 12 desa di kedua kecamatan tersebut tak mampu menghindari malapetaka yang melanda.

Akses jalan rusak, beberapa jalur utama tertutup longsor, dan fasilitas pendidikan serta kesehatan terendam air dengan ketinggian mencapai 150 cm.

Kejadian serupa pernah terjadi tahun lalu, dan hampir setiap tahun Bolsel menghadapi bencana.

Geografis wilayah yang terletak dekat pegunungan, serta posisi yang berada di pesisir pantai dengan hampir setiap desa memiliki sungai, membuat daerah ini rentan terhadap bencana.

Baca Juga: Ini Desa Terdampak Bencana, Bupati Bolsel Imbau Warga, BPBD Kesulitan Jangkau Wilayah

Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) merilis data terkait desa-desa terdampak dan ketinggian air selama bencana yang terjadi pada Selasa lalu.

Tim Pemda Bolsel, yang dipimpin oleh Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid dan Sekretaris Daerah Marzansius Arvan Ohy, telah turun lapangan sejak kejadian berlangsung.

Tim juga sejak Rabu 14 Agustus 2024, turun untuk menilai dampak dan penanganan bencana.

Per 15 Agustus 2024, air mulai surut. Namun, luapan air sungai yang terjadi pada Selasa lalu menyebabkan beberapa desa di Kecamatan Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur mengalami banjir dan tanah longsor yang cukup berat.

Sebagian besar rumah warga, fasilitas desa, fasilitas pendidikan, dan fasilitas ibadah tergenang air. Jaringan listrik, air bersih, dan telepon juga mengalami pemadaman total.

Keadaan itu membuat susahnya saling komunikasi. Apalagi pada Selasa itu akses jalan tertutup banjir dan tak bisa dilalui untuk menuju sebagian wilayah Pinolosian Timur.

Comment