Mediatotabuan.co, Bolmong — Orang tua siswa salah satu sekolah dasar negeri di Desa Nonapan Baru Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) protes. Pasalnya, anaknya terpaksa pulang ketakutan gara-gara dikejar anjing.
Pelak saja, siswa tersebut merasa trauma atas kejadian ini, dan dia enggan untuk balik ke sekolah karena ketakutan. Orang tuanyapun protes dan akan melaporkan kejadian tersebut.
Kepada media ini, orang tua siswa itu melaporkan bila di sekolah tempat anaknya mengenyam pendidikan, ada salah satu pengguna rumah dinas guru (RDG) diduga memelihara hewan peliharaan anjing. Kabarnya, perliharaan itu terkadang dilepas.
“Kami orang tua akhirnya takut bila anak kami akan ke sekolah, sebab diduga penghuni di RDG ada hewan peliharaan anjing,” katanya.
Tak hanya itu, penghuni RDG yang satu halaman dengan sekolah juga memelihara monyet. Orang tua ini pun khawatir, sebab hewan peliharaan ini bisa saja berpotensi menimbulkan penyakit misalnya rabies, yang notabene bila menjangkiti manusia akan berbahaya untuk kesehatan bahkan berujung pada kematian.
“Ini seharusnya jadi perhatian pemerintah, jangan sampe nanti so ada yang jadi korban digigit,” keluh salah satu orang tua siswa sekolah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bolmong Renti Mokoginta, saat dikonfirmasi media ini, mengatakan akan menindak lanjutinya, bila memang itu terjadi.
“Ok, saya baru tau adanya kejadian ini, nanti kita segera ditindak lanjuti, bahaya itu,” ujar Renti, kepada media ini, Selasa (29/9).
Menurutnya, selama ini belum ada laporan dari orang tua maupun dari guru di sekolah tersebut. Namun, ini merupakan hal yang serius, yang dapat membahayakan anak-anak.
“Besok saya langsung cek, dan jika memang benar adanya, maka saya keluarkan dia dari RDG atau anjing maupun monyet peliharannya akan dijauhkan dari lokasi sekolah tersebut,” tegas Renti.
(yudi)






Comment