oleh

Viral Nenek Ini Perintahkan Sehan Angkut Barang Kedalam Rumah

Mediatotabuan.co, Boltim – Orang tua ini duduk dan menunjuk ke dalam rumah. Seorang pejabatpun manut dan tak membantah. Paket barang (sembako) diangkut Bupati Boltim Sehan Landjar, patuhi perintah rakyatnya.

Foto dan video viral dijagad maya, tatkala Sehan Landjar memimpin mendistribusikan bantuan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Giliran bantuan sampai di sebuah rumah yang dihuni juga seorang perempuan tua.

Terlihat si nenek tinggal di rumah sederhana. Rumah yang belum selesai dibangun. Nampak batu bata tersusun belum diplester apalagi dicat nan indah. Tergambar bila kehidupan di rumah itu adalah keluarga sederhana tiada kemewahan.

Sehan membawa sepaket bantuan diletakan tepat dihadapan nenek yang mengenakan daster warna biru. Nenek juga menutup hidung dan mulutnya.

Rupanya Nenek ini patuh pada anjuran pemerintah gunakan masker. Meskipun mungkin nenek belum kebagian masker, dan hanya melilitkan sehelai kain di setengah wajahnya.

Duduk di kursi plastik sambil menerima tamu, nenek ini menerima seorang bupati. Bagi rakyat kebanyakan kedatangan orang nomor satu ke rumahnya adalah hal yang luar biasa. Pasti ada sambutan memenuhi protokol kedatangan seorang pejabat.

Tapi tidak bagi Sehan, karena hampir 10 tahun memimpin Boltim, begitulah gayanya datang dan menemui langsung rakyatnya.

Padahal Sehan datang bersama beberapa bawahan. Tapi paket itu ditentengnya sendiri dan meletakan dihadapan nenek itu. Tak lama berselang, nenek ini menunjuk jarinya ke arah dalam rumahnya.

Terkesan nenek memerintah Sehan mengangkut paket sumbangan itu terus ke dalam rumah. Sehanpun dengan tertawa langsung mengangkut bantuan itu menuju ke dalam rumah.

Tak ada rawut kemarahan di wajah Sehan. Tapi justru tertawa, seakan Sehan gembira bila ada rakyatnya memerintahkan dia mengangkut bantuan. Bantuan itupun dibawa kedalam rumah.

Sehan sadar bila jabatan disandang adalah hasil suara rakyat dan suara rakyat adalah suara Tuhan. Sehan menyadari bila dia bertuan kepada rakyat. Dan rakyat adalah tujuan dibentuknya negara dan pemerintah.

Tergambar bila Sehan memiliki jiwa pemimpin, bahwa pemimpin adalah budak rakyat, maka pemimpin berhamba pada rakyat, bukan sebaliknya.

Sayang, jabatan itu tak lama lagi dilepas. Dan Sehan sadar bila setelah melepas jabatan, diapun akan menjadi rakyat biasa. Sehan sadar bila rakyat biasa butuh uluran tangan pemerintah.

Kebijakan harus berpihak pada rakyat, bukan kepada kaum kaya, pemodal atau parpol pengusung saat maju bertarung berebut jabatan lewat pemilihan. Jelas bila Sehan punya tipikal pemimpin bukan penguasa.

Kini warga dunia dilanda kepanikan, kecemasan bahkan menurunnya pendapatan seiring terjangan maut wabah Covid-19. Disinilah peran pemerintah, dan saat ini pemerintah pusat, provinsi dan daerah di Indonesia, giat menyalurkan bantuan.

Tapi dengan gayanya masing-masing, yang pasti bantuan sampai ke bawah (rakyat). Sehan menjadi perhatian tersendiri, mulai sosialisasi soal Corona, Sehan sudah viral.

Seorang bupati yang publikasi sendiri menyusuri setiap sudut wilayah Boltim. Belum nampak ada pemimpin yang melakukan hal yang sama. Nyaris setiap hari dia turun memegang mic sosialisasikan bahaya Corona.

Begitupun soal bantuan, Sehan memimpin langsung penyerahan. Dia terobos sekat antara pemimpin dan rakyat. Giat ini punya makna, bila pemimpin harus dekat dengan rakyat.

Pantas dia terpilih dua periode tanpa embel-embel money politik. Pastinya akan timbul kerinduan terhadap sosok seperti ini. Nah, pertanyaannya siapakah sosok seperi Sehan berikutnya?.

 

(***)

 

 

 

 

Komentar