by

Musdes Bantuan Bencana Nonapan Baru Digelar dengan Patuhi Prokes Covid-19

mediatotabuan.co, Bolmong — Musyawarah desa (Musdes) pemberian bantuan bencana kepada warga Desa Nonapan Baru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) digelar dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Musyawarah dilaksanakan pekan lalu tersebut membahas soal bantuan bencana kepada warga yang akan dianggarkan lewat dana desa. Apalagi, Desa Nonapan Baru, cukup rawan terdampak bencana karena letak geografis di wilayah pesisir pantai juga dekat dengan aliran sungai.

Menurut Sangadi (kepala desa) Nonapan Baru, Icon Sinadia, bantuan kepada warga yang akan terdampak bencana sudah selayaknya dipersiapkan di tingkat desa, agar bila terjadi bencana pemerintah setempat sudah bisa mengambil tindakan cepat dalam membantu para korban.

“Karena selama ini apabila ada musibah selalu menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten. Dengan adanya musdes ini, akan menjadi keputusan bersama antara pemerintah desa dan masyarakat dalam hal pemberian bantuan,” kata Icon, kepada media ini, Rabu (28/7).  

Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka pelaksanaan musdes belum melibatkan banyak undangan, namun hanya unsur-unsur tertentu, lembaga dan perwakilan masyarakat saja yang hadir, untuk menghindari jangan sampai terjadi kerumunan.

“Pelaksanaan musdes hanya melibatkan perwakilan, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19,” kata Icon.

Dia juga menitipkan pesan kepada peserta musyawarah, agar selalu taat prokes Covid-19, terutama 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan mennjaga jarak), untuk memutus mata rantai penyebaran Corona.

“Ingatkan juga kepada keluarga dan tetangga kita, agar selalu taat dengan 3 M, jangan dulu banyak keluar rumah bila tidak dalam keadaan mendesak,” imbuh Icon.

Sementara, Pedamping Desa (PD) Kecamatan Poigar, Suriawan Muda mengatakan, kebijakan tersebut merupakan pertama kali di wilayah Poigar, dan Nonapan Baru adalah satu-satunya desa yang sudah melangkah lebih maju dalam memikirkan masyarakat apabila terdampak bencana.

“Ini pilot projek, semoga desa-desa lain bisa segera menyusul untuk membuat kebijakan yang peduli dengan masyarakatnya,” kata Suriawan.

Sedangkan untuk bantuan warga terdampak Covid-19, itu sudah ada juknisnya dari pusat, sehingga seluruh desa juga sudah melaksanakannya dengan misalnya pemberian BLT Rp300 ribu per keluarga terdampak atau dengan anggaran kegiatan Satgas Covid-19.

“Kalau bencana non alam, seperti Covid-19 itu sudah jalan,” katanya.

Informasi dirangkum, kegiatan musdes  dihadiri BPD setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat lainnya, juga tdifasilitasi Pendamping Desa Kecamanatan Poigar.

 

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment