mediatotabuan.co, Kotamobagu — Sejak vaksin Covid-19 jenis Moderna dibuka untuk umum, ibu-ibu alias emak-emak yang lebih suka disuntik jenis ini, padahal harus rela antri karena menunggu sampai 14-15 orang baru bisa dibuka vial botolnya.
Seperti kegiatan vaksin yang digelar BINDA Sulut dan Dinkes Kotamobagu sejak 15 November sampai 17 Desember 2021. Jadwal di Kelurahan Pobundayan akhir November lalu, tim tenaga kesehatan dari RSUD Kotamobagu, membawa tiga jenis vaksin, yakni Sinovac, Astrazeneca dan Moderna.
Informasi berseliweran bila Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Moderna lebih kuat dari vaksin Covid-19 lain, tak menggentakan emak-emak untuk divaksin. Emak-emak lebih memilih Moderna ketimbang vaksin lain. Ada yang beralasan, sebaiknya Moderna agar bila ada kesempatan naik haji atau umroh, maka bisa berangkat
“Saya pilih Moderna saja, karena ada niat Umroh tahun depan (2022), dengar-dengar hanya Moderna yang bisa masuk ke Makkah,” kata Ibu yang meminta namanya tak disebut, saat vaksinasi di Kelurahan Mongkonai lalu.
Sama halnya dengan Isma Ginoga (55) warga Kotamobagu, ia awalnya takut divaksin tapi akhirnya memberanikan diri demi kesehatan dimasa Pandemi Covid-19 ini.
“Saya awalnya takut dan kesini mencari vaksin Sinovac, tapi karena tim medis sudah menjelaskan keunggulannya, jadi saya memilih Moderna saja,” aku ibu yang divaksin di Kantor Kelurahan Kotobangon, Jumat pekan lalu.
Ketua Tim Vaksinasi dari RSUD Kotamobagu, Emilia Ruru menjelaskan, per satu vial botol Moderna itu untuk 14-15 orang per dosis 0,5 mili. Sehingga, pihaknya harus menunggu orang terkumpul dulu sesuai jumlah itu baru membuka botol vial.
“Karena kalau tidak cukup dengan jumlah tersebut sisanya akan dibuang, sementara ada pertanggungjawaban administrasinya. Jadi itu itu yang kadang menjadi kendala bila tidak terkumpul calon penerima vaksin,” kata Emil sapaan akrabnya, Senin (20/12).
Dijelaskan, adakalanya ada masyarakat yang marah-marah bahkan pulang sebelum divaksin karena menunggu terlalu lama, tapi begitu konsekwensi Moderna dan Astrazeneca yang harus disuntikan kepada 11 orang per vial.
“Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak terkumpul orang, jadi dikumpulkan dulu genap untuk satu vial baru dibuka botolnya. Disisi lain, akan dicek dulu lewat aplikasi apakah data kependudukan calon penerima vaksin ini bisa diinput di sistem Pcare BPJS Kesehatan atau tidak,” terangnya.
Beda dengan Sinovac, vaksin itu ada per vial tunggal untuk satu orang dan double bisa untuk dua orang, jadi tidak terlalu lama orang menunggu untuk disuntik.
“Kalau Sinovac satu atau dua orang kita langsung layani,” terangnya.
Dia berharap, warga calon penerima vaksin Moderna dan Astrazeneca agar lebih sabar lagi menunggu antrain saat di tempat vaksinasi. Karena mereka (Nakes) tetap akan melayani selama jumlah terpenuhi dan data kependudukan tidak ada masalah.
“Terlebih tentu calon penerima tidak ada penyakit yang tidak bisa divaksin,” kata Emilia, sembari mengimbau bila ke tempat vaksin, maka tetap mengikuti protkes 5M.
Penulis: Fahmi Gobel






Comment