SULUT – Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE mengambil langkah penting dengan menemui Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr Irvansyah SH MTr Opsla, di Jakarta Selasa 4 November 2025.
Salah satu yang dibahas adalah pengawasan maritim di perbatasan laut Sulut yang marak penyelundupan serta illegal fishing.
Kemudian keduanya juga membahas soal patroli laut, pengembangan pos pengawasan maritim di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kota Bitung.
Dengan pos-pos pengawasan tersebut akan lebih mudah memberantas kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, perdagangan manusia terlebih narkotika.
Hal tersebut langsung mendapat perhatian dari Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi. Menurutnya, langkah gubernur sangat menguntung daerah Bolmong.
Baca Juga: YSK dan Bakamla Bahas Ancaman Illegal Fishing dan Peningkatan Patroli Perbatasan
Karena wilayah perairan Bolmong juga merupakan perbatasan dengan negara luar, dan sering terjadi dugaan pemboman ikan.
Ia pun menceritakan hasil diskusinya dengan Posal Danlantamal Pelabuhan Labuan Uki Bolmong, bahwa pengeboman ikan terjadi di beberapa titik wilayah perairan Bolmong, Bolmut dan Minsel.
Sehingga, langkah Gubernur YSK menemui Bakamla menurut Yusra, akan sangat berdampak pada kemananan wilayah Bolmong khususnya, dan perairan di Sulut.
“Kalau banyak pos-pos di perairan baik TNI AL, Bakamla dan Polairud, juga sering patroli, maka akan meminimalsir kejahatan di laut,” kata Yusra, Rabu (5/11/2025).
Karena menurut Yusra, hasil diskusinya dengan pihak keamanan laut, salah satu cara menekan pengeboman ikan adalah denga sering dilakukan patroli.
Sementara tindakan ini dinilainya masih kurang karena terbentur dengan operasional yang minim.
“Jadi kami Pemda Bolmong berterima kasih kepada Bapak Gubernur, karena langkah yang diambil akan sangat menguntungkan bagi kami yang punya wilayah laut,” ungkap Yusra.
Tentunya kata Yusra, ini akan berdampak pada perekonomian nelayan, sebab pemboman ikan akan hilang dan potensi tangkapan nelayan lebih besar lagi.
“Kami berharap tujuan Bapak Gubernur ini bisa cepat terealisasi, karena dampaknya pada ekosistem laut,” harapnya.***






Comment