mediatotabuan.co, Kotamobagu – Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotamobagu, mengimbau agar wartawan sebaiknya divaksin karena menjalani profesi dengan resiko tinggi.
Hal ini diimbau Sekretaris PWI Kotamobagu Junaidi Amra. Ia menjelaskan profesi sebagai wartawan cukup beresiko tertular penyakit apalagi dimasa pandemi Covid-19 saat ini. Karena setiap hari tanpa ada hari libur selalu mencari informasi untuk diberitakan.
“Kan harus bertemu dengan banyak orang, dengan berbagai profesi dan kalangan, itu sangat beresiko,” kata Jun sapaan akrab Junaidi Amra, Senin (20/12).
Dikatakan, selain melaksanakan tugas sebagai jurnalis, wartawan juga harus menyuarakan kebenaran terkait Covid-19, apalagi banyak hoax yang muncul disaat ini yang butuh pembenaraan informasi.
“Dan itu menjadi tugas kita sebagai jurnalis,” imbuhnya.
Wartawan juga harus terus menginformasikan soal pentingnya penegakan protokol kesehatan (protkes) Covid-19, agar kesadaran komunal muncul dari masyarakat.
“Agar masyarakat juga bisa mengenyam informasi yang benar, dan salah satu pilar pemberi informasi yang benar adalah wartawan melalui karya tulisnya,” kata Jun.
Dengan peran media juga akan mendorong pemerintah sehingga dapat mengeluarkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam penanganan pandemi Covid-19, serta memebangkitkan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat.
Maka dari itu, wartawan sangat rentan terdampak virus Covid-19, karena harus mengejar sumber dan bertemu dengan siapapun dari profesi apapaun, itulah alasan wartawan harus divaksin.
“Tapi tetap utamakan keselamatan wartawan saat sedang melakukan tugas. Dibutuhkan juga peran perusahan pers untuk melindungi kerja-kerja jurnalisnya,” imbuhnya.
Terakhir kata Jun, wartawan bisa menjadi agen vaksinasi saat ini dengan menyampaikan berita yang benar serta meluruskan informasi yang keliru.
“Maka butuh cek and ricek bagi seorang wartawan sehingga informasi yang didapatkan benar-benar valid,” katanya.
Penulis: Fahmi Gobel






Comment