Menakar Keunggulan Figur Muda di Pilwako Kotamobagu: Siapakah ”Nona Manis”?

Tulisan101 views

Catatan Redaksi

Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu 2024 semakin dekat, dan spekulasi mengenai calon-calon potensial pun kian marak.

Diantara deretan nama yang mencuat, ada satu sosok yang mencuri perhatian publik dengan pesona dan potensinya.

Siapakah “nona manis” yang tengah menjadi perbincangan hangat ini, dan apa yang membuatnya begitu menonjol dalam kontestasi politik kali ini?

 

Tanggal 27 November 2024 akan menjadi saksi pertarungan politik yang sengit di Kotamobagu. Sejumlah politisi, kalangan profesional, dan tokoh berpengaruh telah menyiapkan strategi untuk merebut kursi kepemimpinan.

Pendaftaran calon dijadwalkan pada 27-29 Agustus 2024, sesuai dengan PKPU 2 tahun 2024, sementara negosiasi koalisi partai terus berlangsung dan belum ada hasil final atau mengeluarkan Keputusan, sebagai syarat mendaftarkan pasangan calon.

PDIP Partai Kuat dengan Beberapa Kandidat

Sebagai partai pemenang Pemilu 2024 di Kotamobagu dengan 9 kursi di DPRD, PDIP memiliki beberapa figur kuat.

Ketua DPC PDIP, Meidi Makalalag, adalah sosok yang telah menunjukkan prestasi gemilang dengan meraih 3.309 suara di Dapil Kotamobagu 3.

Modal Meidi juga memiliki dukungan keluarga yang dominan di Kecamatan Kotamobagu Timur dan Kotamobagu Selatan.

Tak dipungkiri, ditangan Meidi, kantor permanen PDIP berdiri, dan menjadi satu-satunya partai yang berhasil membangun sekretariat, itu suatu prestasi yang belum banyak dicapai partai politik lain.

Selain Meidi, ada juga Nayodo Koerniawan (NK), mantan Wakil Walikota Kotamobagu dan mantan Komisioner KPU tiga periode.

Dengan keahlian komunikasi politik dan basis pemilih terbesar di Kotamobagu Barat, Nayodo menjadi pesaing kuat dalam kontestasi ini. Nayodo telah membentuk jaringan di 33 desa kelurahan, juga dukungan lintas keluarga di Kecamatan Kotamobagu Utara.

Golkar Pesaing dengan Figur Berpengalaman

Partai Golkar juga memiliki figur-figur yang tak bisa dianggap remeh. Herdy Korompot dari Kotamobagu Timur dan Eka Sartika Mashoeri di Kotamobagu Selatan, adalah dua politisi Beringin yang berhasil meraih suara signifikan di Pileg 2024.

Namun, Raski A. Mokodompit, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut, juga digadang-gadang sebagai calon kuat Walikota Kotamobagu dari Golkar, dengan didukung pengalaman legislator dan jaringannya yang luas.

Tokoh-tokoh Lain yang Menonjol

Selain PDIP dan Golkar, ada beberapa tokoh lainnya yang menarik perhatian: Syarifudin Mokodongan dari Nasdem, adalah Wakil Ketua DPRD Kotamobagu dengan 1.184 suara, basis di Kotamobagu Barat, dan punya tarikan kuat keluarga di Kotamobagu Utara.

Berkat kepiawaiannya sehingga mampu menggandeng PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, dan Nasdem. Ia dikenal sebagai pionir koalisi beberapa partai.

Tapi Bob Paputungan, dengan pengalaman politik yang matang, dan raihan suara yang signifikan di Pileg lalu.

Bob adalah petarung dari Kotamobagu Selatan yang mampu mengumpulkan 1.169 suara di Pileg 2024.

Kemudian Anugrah Begie Ch. Gobel dari PAN, politisi muda yang mampu merebut hati warga dengan 1.034 suara di Dapil Kotamobagu 2.

Begie punya pengalaman berarti, ia lahir dari dunia aktivis dan punya basis ikatan keluarga di Kotamobagu Timur dan Kotamobagu Selatan.

Dahlan Manggo dari Gerindra, punya posisi tawar yang kuat. Sebab partai dipimpinnya ini adalah partai memenangi Pilpres 2024.

Wajar bila tanpa perolehan kursipun, Gerindra mampu menjadi daya tarik koalisi. Selain Dahlan ada Norma Ali, seorang pengusaha sukses yang kini merambah dunia politik, walaupun belum beruntung meraih kursi di dewan, namun ia dikenal luas di media sosial.

Aset Norma Ali, mampu mengimbangi para politisi lain, apalagi perempuan ini sudah populer bukan hanya di Kotamobagu, karena telah membangun jejaring bisnisnya sampai ke ibukota negara.

Nah, ada lagi satu nama dari Hanura, Agus Suprijanta, juga jangan diremehkan. Ia tumbuh dan mampu bertahan di kursi DPRD Kotamobagu.

Agus punya basis massa tak tergoyahkan setiap iven pemilihan. 1.2990 suara, tentu menjadi modal awal bila bersaing di Pilwako, ditambah basis keluarga yang tersebar di wilayah Kotamobagu Timur.

Begitupun Jusran Debby Mokolanut Ketua PKB Kotamobagu, dengan perolehan 1.783 suara dari Kotamobagu Selatan. Kehebatan Jusran tak bisa ditepis, karena di Pemilu 2024 ini, berhasil meraih 5 kursi di DPRD Kotamobagu.

Keunggulan Jusran dari partai lainnya, karena bakalan menduduki satu kursi pimpinan dewan di DPRD Kotamobagu. 

Jusran juga punya basis massa yang jelas di Kota Selatan, dan keterikatan keluarga di Kotamobagu Timur. Sosok ini juga akan menambah kompetisi Pilwako menjadi lebih menarik.

Figur Perempuan yang Mempesona

Sri Tanti Angkara (STA) telah memasang alat peraga sosialisasi dan di belakangnya berdiri suaminya, Benny Rhamdani, Kepala BP2MI.

Dengan dukungan keluarga besar dan pengalaman politik nasional Brani suaminya, STA adalah sosok yang kuat dan mampu bersaing di Pilwako.

Basis keluarga di Kotamobagu Selatan, dengan perolehan suara putra ketiganya Panji Merdeka Putra (Hanura) mampu meraih 2.552 suara, adalah gambaran betapa STA punya kekuatan elektoral.

Pendatang Baru dengan Potensi Besar

Diantara semua nama tersebut, satu sosok yang muncul tiba-tiba dan mencuri perhatian adalah dr. Weny Gaib.

Sebagai seorang dokter spesialis mata dan enterpreneur sukses, Weny telah berhasil mengembangkan bisnis kliniknya di berbagai daerah di Indonesia.

Modal sosial dan politik Weny semakin kuat dengan keterlibatannya sebagai Bendahara GP Ansor Sulut dan dukungan dari keluarganya.

Investasi sosial lain Weny Gaib tak terpublikasi, hal ini baru terkuak setelah timnya turun memasang alat peraga sosialisasi di desa dan keluarahan. Barulah banyak warga mengaku pernah dibantu dokter Weny.

Weny Gaib bukan hanya seorang profesional sukses, tetapi juga memiliki jaringan luas dan modal sosial yang kuat di Kotamobagu.

Keberadaannya sebagai bakal calon dengan sumber daya pribadi yang besar membuatnya menjadi sosok menarik untuk dipinang berbagai partai politik.

Tidak mengherankan jika Weny disebut sebagai “nona manis” yang menjadi rebutan menjelang Pilwako 2024.
Dengan segala keunggulan dan pesonanya, dr. Weny Gaib telah menyatakan siap bertarung dalam Pilwako 2024.

Sosok yang unik dan berdaya tarik tinggi ini kini menjadi figur yang santer dibicarakan, siap menyemarakkan kontestasi politik di Kotamobagu dan berpotensi membawa perubahan signifikan bagi kota tersebut.

Konstelasi Politik dan Peluang

Selain figur-figur yang telah disebutkan, konstelasi politik di Kotamobagu masih dipenuhi dinamika yang menarik.

Pertemuan para pimpinan partai politik terus berlangsung, tetapi belum ada kesepakatan koalisi yang final untuk mengusulkan bakal pasangan calon.

Sementara, pintu bagi bakal calon perseorangan (independen) telah tertutup, dengan penyerahan syarat minimal jumlah dukungan 10 persen dari jumlah daftar pemilih tetap Kotamobagu 90.827 pemilih, yang telah dilaksanakan pada 8-12 Mei 2024.

PDIP dengan 9 kursi, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini memiliki peluang besar. Kekuatan Meidi bukan hanya dari struktur partainya, tetapi juga dari keluarga dan dukungan pribadi yang signifikan.

Nayodo Koerniawan juga membawa daya tarik tersendiri dengan basis pemilih yang kuat di Kotamobagu Barat dan Timur.

Partai Golkar dengan strategi berbeda, menghadirkan Herdy Korompot dan Eka Sartika Mashoeri sebagai figur terpisah wilayah dengan raihan suara yang signifikan.

Raski Mokodompit, adalah politisi yang tembus merebut kursi di dewan provinsi, menyatakan siap maju sebagai calon walikota itu, tak boleh diremehkan parpol lain.

STA juga adalah pendatang baru yang bisa mengklaim keterwakilan emak-emak, apalagi jumlah pemilih perempuan dari data DPT Pemilu 2024 Kotamobagu berjumlah  45.016 pemilih.

Dan dr. Weny adalah sosok incaran dengan tawaran memukau. Bahkan negosiasi antar partai politik saling klaim kepada Weny untuk diusungnya. Maka wajar bila Weny Gaib disebut figur “nona manis”.

Walau demikian, semua figur di atas bila masuk bursa pilwako sebagai kontestan 2024, akan mempunyai peluang yang sama.***

 

Disclaimer: Sumber data pemilih dan perolehan diatas dari website resmi KPU. Narasi dalam artikel disusun berdasarkan kumpulan dari berbagai sumber, dan catatan redaksi mediatotabuan.co ini bisa saja berubah berdasarkan fakta di lapangan.

Comment