Flasback Dua Api Pergerakan: Yusra–Nusron, Jejak Kongres Tenggarong Bertema: Marangkai Republik yang Terkoyak

Tengok Tenggarong 2003 dari Tema Simposium

April 2003. Di tengah panasnya Kalimantan Timur, sebuah kongres monumental digelar, Kongres Nasional XIV PMII di Kutai Kartanegara.

Kongres itu tidak hanya menjadi momentum regenerasi, tapi juga menjadi forum yang menyadarkan semua kader PMII akan betapa dalamnya luka bangsa ini.

Dengan tema “Merangkai Republik yang Terkoyak”, simposium yang digelar dalam kongres itu bicara soal perpecahan bangsa, kaburnya arah reformasi, serta ketiadaan pemimpin kuat yang mampu membawa demokrasi ke dermaga keadilan.

Saat itu, Nusron tengah mengakhiri masa baktinya. Dan di antara peserta kongres, sosok Yusra menjadi tokoh yang penting untuk dirangkul.

Suara dari Sulawesi Utara, apalagi dari cabang Manado, memiliki bobot tersendiri dalam pengambilan keputusan strategis.

Apakah laporan pertanggungjawaban akan diterima? Siapa ketua umum berikutnya? Dan lebih dari itu, apakah PMII masih akan menjadi pelita bagi rakyat kecil?

Menurut Awaludin Umbola, Ketua PMII Cabang Bolmong saat itu, meski ia tak sempat hadir, tapi masih membekas cerita dari para sahabatnya diutus saat itu.

“Nusron sering datang ke rumah penginapan kader Sulut. Ia sering ngobrol dengan Yusra. Mereka sudah adalah saudara seperjuangan,” kenang Ewin, sapaan akrab yang kini menjabat sebagai Anggota KPU Provinsi Sulawesi Utara.

Comment